SYUR’ATUL ISTIJABAH (BERSEGERA MEMENUHI SERUAN ALLAH)
Catatan Kajian Muslimah di Kantor...
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al Jumuah : 9)
- Perintah shalat itu adalah FAS’AU, BERSEGERALAH atau boleh dibilang BERLARI.
- Tak ada tawar menawar, jika azan berkumandang, mukmin yang masih melakukan aktivitas harus segera menghentikan aktivitasnya dan bersegera melangkahkan kaki ke mesjid.
- Bahkan bagi mereka yang sibuk melakukan jual beli agar segera meninggalkannya. Meskipun keuntungan dunia yang didapat dari hasil jual beli itu menggiurkan tapi keuntungan pahala shalat dari Allah itu jauh lebih baik seperti diterangkan pada ayat di atas, Surah Al Jumuah ayat 9.
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS Ali Imron : 133)
- Kemudian dalam hal bertaubat, Allah menggunakan istilah WA SAARI’UU, maknanya bersegera tanpa berpikir lagi, berlari dengan cepat.
Dalam surat Al-Baqarah: 148 ada contoh yang lain lagi, Allah berfirman: fastabiqul khairaat (maka berlombalah kalian dalam kebaikan) “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al Baqoroh : 148)
- Urusan kebaikan perintahnya adalah FASTABIQ, BERLOMBALAH-LOMBALAH.
- Berlomba, yaitu saling berkompetisi untuk membuat kebaikan yang paling banyak. Bukan untuk riya tapi untuk menjadikan diri rahmatan lil alamin. Menjadikan diri orang yang memberi manfaat bukan hanya bagi diri sendiri tapi bagi orang lain dan mahluk Allah yang lainnya. Usahakan setiap hari membuat kebaikan, dan sekecil berusaha menghindarkan diri dari dosa dan maksiat.
- Dalam perlombaan ada tenaga ekstra yang digunakan, segala kemampuan dikerahkan sehingga cita-cita yang diinginkan bisa diraih.
Lain halnya dalam mencari rizki, dalam surat Al Mulk : 15 disebut dengan istilah FAMSYUU, Berjalan biasa saja. “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS Al Mulk : 15)
- Perintah Allah untuk urusan rezeki "hanya" BERJALANLAH. Seperti pada ayat di atas. Allah menjelaskan kalau Dia dengan kemahakuasaanNya telah menjadikan bumi ini mudah untuk kita urusi, atau urusan-urusan kita di dunia pun akan dipermudah Allah.
- Tapi kemudahan itu tetap membutuhkan usaha (ikhtiar) untuk menjemput rezekiNya. Kita di suruh berjalan kalau perlu sampai diujung dunia demi mencari rezekiNya. Itupun rezeki yang diperintahkan untuk kita makan hanya sebahagian saja. Kemana lagi sisanya?
- Sisanya itu harus dibelanjakan di jalan Allah entah lewat sedekah, infaq dan seperti ayat berikut ini : Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS AL Bqoroh : 254)
Kisah-kisah terdahulu terkait bersegera memenuhi seruan Allah :
- Semoga Rahmat ALLAH atas para wanita penduduk madinah, wanita Anshor, tatkala turun ayat (yang mewajibkan) hijab, mereka bersegera dan dengan serta merta memungut kain-kain gorden mereka untuk dijadikan penutup aurat"…. Subhaanallah, kesungguhan yang luar biasa, dan sikap bersegera yang istimewa, pantaslah kedudukan mereka,para shahabat Radhiyallahu 'anhum, mendapatkan keridhaan ALLAH Azza wa Jalla .
- Begitu pula tindakan para lelaki dari kalangan para shahabat yang terbiasa meminum khomr, saat itu ayat-ayat mengenai larangan dan keharamannya secara tegas belum turun, tetapi wahyu tentang peringatan secara bertahap sudah ada, dimulai dengan ayat yang menyatakan bahwa pada khomr dan judi itu ada dosa yang besar dan manfaatnya,tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya… tahapan selanjutnya, melarang sholat dalam keadaan mabuk. Selanjutnya ketika secara tegas Allah mengharamkan khomr, maka serta merta para sahabat mebuang semua botol-botol khomr mereka bahkan memuntahkan apa yang saat itu sudah masuk ke perut mereka.
- Ada lagi kisah Hanzholah yang baru saja menikah dan di malam pertama pernikahan mendapat panggilan untuk berangkat berjihad. Jasad beliau ditemukan dalam keadaan basah, Rasulullah pun menjelaskan bahwa Hanozholah telah dimandikan para Malaikat karena beliau berangkat bersegera memenuhi panggilan jihad dan belum sempat mandi junub.
Jelaslah perintah yang terkait langsung dengan Allah sifatnya adalah URGENT, DARURAT, SEGERA, TIDAK PAKE DITUNDA DAN TIDAK PAKE LAMA. Tapi yang terkait dengan manusia dalam hal ini rezeki perintahnya SANTAI SAJA, BERJALAN. Berusaha akan dapat rezeki sedangkan jika bermalas-malasan maka rezeki akan menjauh. Coba hitung berapa banyak dari waktu kita habiskan untuk bersegera menghadap Allah (ibadah)? Bukankah selama ini waktu kita habis mencari nafkah, menjemput rezeki dari Ilahi Rabbi? Sementara shalat, memohon ampun, kembali pada Allah, kita tunda-tunda terus karena bisa nunggu besok, lusa sampai akhirnya lupa sama sekali. Itulah manusia..harusnya dibalik yang disegerakan, bergegaslah. Yang disuruh pelan, santai aja. Jadi jangan terlalu ngoyo mencari rezeki. Yang harus ngoyo ya ibadah. Karena itulah teman sejati yang akan menemani kita bersaksi di hadapan Allah di pengadilan akhirat nanti.
Bagaimana cara kita agar dapat senantiasa bersegera :
1. Menjauhi Dosa Besar Salah satu cara agar kita senantiasa bersegera menyambut seruan Allah adalah dengan menjauhi dosa besar, TBC, Takhayul Bid’ah dan Churafat. Tahayul, Bid'ah, dan Khurafat (TBC) adalah "tiga sekawan kebatilan" yang masih hidup di kalangan umat Islam. Islam melarang ketiganya.
Takhayul yaitu kepercayaan yang sampai kini masih melekat dalam diri manusia antara lain merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lainnya. Islam tidak mengenal adanya hari atau bulan nahas, celaka, sial, malang dan yang sejenis. Yang ada hanyalah bahwa setiap hari dan atau bulan itu baik, bahkan dikenal hari mulai (Jum’at) dan bulan mulia (seperti bulan Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah). Nabi Saw berkata: "Tiyarah (tahayul) ialah sejenis syirik" (HR. Tirmizi).
Bid’ah adalah suatu amalan yang diada-adakan atau menambah amalan dalam ritual ibadah, padahal tidak dicontohkan oleh Rosulullah Saw. “Barang siapa melakukan suatu amalan (dalam agama) yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim).
Khurafat adalah bid’ah dalam bidang akidah, yakni kepercayaan atau keyakinan kepada sesuatu perkara yang menyalahi ajaran Islam. Misalnya, meyakini kuburan orang saleh dapat memberikan berkah, memuja atau memohon kepada makhluk halus (jin), meyakini sebuah benda –tongkat, keris, batu, dll.—memiliki kekuatan ghaib yang bisa diandalkan, burung hantu menghinggapi dan berbunyi di atas sesebuah rumah, maka artinya salah seorang dari penghuni rumah itu akan meninggal dunia.
2. Tidak membiarkan Dosa kecil tanpa beristighfar, memohon ampun kepada Allah, seperti dosa riya (pamer), ujub (sombong), hasad, dengki dsb.
3. Tidak melakukan Dosa berulang-ulang, di tempat yang sama, contoh mengingkari janji, menunda-nunda membayar hutang atau menunaikan hak orang lain.
4. Tidak bermaksiat pada kedua orang tua atau suami (jika telah menikah) baik disadari ataupun tidak. Menunaikan kewajiban sebagai anak atau sebagai istri.
Tips agar dapat bersegera dalam seruan Allah :
1. Membuat Barnaamij Iman, buat agenda keimanan baik harian, mingguan, bulanan dan tahunan sehingga amal yang kita lakukan senantiasa terkendali
2. Ketahui amalan-amalan ekonomis namun nilainya setara dengan amalan yang lebih besar : Seperti kisah salah satu istri Nabi yang berdzikir sejak ba’da shubuh sampai Nabi kembali, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa ada dzikir yang bisa mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas Shubuh sampai waktu Dhuha yaitu dengan membaca Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih. (Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya) (Dibaca 3 x di waktu pagi saja) Atau sempatkan membaca surat Al Ikhlas sebanyak 3 kali karena pahalanya sama dengan pahala khatam Al Qur’an.
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al Jumuah : 9)
- Perintah shalat itu adalah FAS’AU, BERSEGERALAH atau boleh dibilang BERLARI.
- Tak ada tawar menawar, jika azan berkumandang, mukmin yang masih melakukan aktivitas harus segera menghentikan aktivitasnya dan bersegera melangkahkan kaki ke mesjid.
- Bahkan bagi mereka yang sibuk melakukan jual beli agar segera meninggalkannya. Meskipun keuntungan dunia yang didapat dari hasil jual beli itu menggiurkan tapi keuntungan pahala shalat dari Allah itu jauh lebih baik seperti diterangkan pada ayat di atas, Surah Al Jumuah ayat 9.
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS Ali Imron : 133)
- Kemudian dalam hal bertaubat, Allah menggunakan istilah WA SAARI’UU, maknanya bersegera tanpa berpikir lagi, berlari dengan cepat.
Dalam surat Al-Baqarah: 148 ada contoh yang lain lagi, Allah berfirman: fastabiqul khairaat (maka berlombalah kalian dalam kebaikan) “Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al Baqoroh : 148)
- Urusan kebaikan perintahnya adalah FASTABIQ, BERLOMBALAH-LOMBALAH.
- Berlomba, yaitu saling berkompetisi untuk membuat kebaikan yang paling banyak. Bukan untuk riya tapi untuk menjadikan diri rahmatan lil alamin. Menjadikan diri orang yang memberi manfaat bukan hanya bagi diri sendiri tapi bagi orang lain dan mahluk Allah yang lainnya. Usahakan setiap hari membuat kebaikan, dan sekecil berusaha menghindarkan diri dari dosa dan maksiat.
- Dalam perlombaan ada tenaga ekstra yang digunakan, segala kemampuan dikerahkan sehingga cita-cita yang diinginkan bisa diraih.
Lain halnya dalam mencari rizki, dalam surat Al Mulk : 15 disebut dengan istilah FAMSYUU, Berjalan biasa saja. “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS Al Mulk : 15)
- Perintah Allah untuk urusan rezeki "hanya" BERJALANLAH. Seperti pada ayat di atas. Allah menjelaskan kalau Dia dengan kemahakuasaanNya telah menjadikan bumi ini mudah untuk kita urusi, atau urusan-urusan kita di dunia pun akan dipermudah Allah.
- Tapi kemudahan itu tetap membutuhkan usaha (ikhtiar) untuk menjemput rezekiNya. Kita di suruh berjalan kalau perlu sampai diujung dunia demi mencari rezekiNya. Itupun rezeki yang diperintahkan untuk kita makan hanya sebahagian saja. Kemana lagi sisanya?
- Sisanya itu harus dibelanjakan di jalan Allah entah lewat sedekah, infaq dan seperti ayat berikut ini : Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim. (QS AL Bqoroh : 254)
Kisah-kisah terdahulu terkait bersegera memenuhi seruan Allah :
- Semoga Rahmat ALLAH atas para wanita penduduk madinah, wanita Anshor, tatkala turun ayat (yang mewajibkan) hijab, mereka bersegera dan dengan serta merta memungut kain-kain gorden mereka untuk dijadikan penutup aurat"…. Subhaanallah, kesungguhan yang luar biasa, dan sikap bersegera yang istimewa, pantaslah kedudukan mereka,para shahabat Radhiyallahu 'anhum, mendapatkan keridhaan ALLAH Azza wa Jalla .
- Begitu pula tindakan para lelaki dari kalangan para shahabat yang terbiasa meminum khomr, saat itu ayat-ayat mengenai larangan dan keharamannya secara tegas belum turun, tetapi wahyu tentang peringatan secara bertahap sudah ada, dimulai dengan ayat yang menyatakan bahwa pada khomr dan judi itu ada dosa yang besar dan manfaatnya,tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya… tahapan selanjutnya, melarang sholat dalam keadaan mabuk. Selanjutnya ketika secara tegas Allah mengharamkan khomr, maka serta merta para sahabat mebuang semua botol-botol khomr mereka bahkan memuntahkan apa yang saat itu sudah masuk ke perut mereka.
- Ada lagi kisah Hanzholah yang baru saja menikah dan di malam pertama pernikahan mendapat panggilan untuk berangkat berjihad. Jasad beliau ditemukan dalam keadaan basah, Rasulullah pun menjelaskan bahwa Hanozholah telah dimandikan para Malaikat karena beliau berangkat bersegera memenuhi panggilan jihad dan belum sempat mandi junub.
Jelaslah perintah yang terkait langsung dengan Allah sifatnya adalah URGENT, DARURAT, SEGERA, TIDAK PAKE DITUNDA DAN TIDAK PAKE LAMA. Tapi yang terkait dengan manusia dalam hal ini rezeki perintahnya SANTAI SAJA, BERJALAN. Berusaha akan dapat rezeki sedangkan jika bermalas-malasan maka rezeki akan menjauh. Coba hitung berapa banyak dari waktu kita habiskan untuk bersegera menghadap Allah (ibadah)? Bukankah selama ini waktu kita habis mencari nafkah, menjemput rezeki dari Ilahi Rabbi? Sementara shalat, memohon ampun, kembali pada Allah, kita tunda-tunda terus karena bisa nunggu besok, lusa sampai akhirnya lupa sama sekali. Itulah manusia..harusnya dibalik yang disegerakan, bergegaslah. Yang disuruh pelan, santai aja. Jadi jangan terlalu ngoyo mencari rezeki. Yang harus ngoyo ya ibadah. Karena itulah teman sejati yang akan menemani kita bersaksi di hadapan Allah di pengadilan akhirat nanti.
Bagaimana cara kita agar dapat senantiasa bersegera :
1. Menjauhi Dosa Besar Salah satu cara agar kita senantiasa bersegera menyambut seruan Allah adalah dengan menjauhi dosa besar, TBC, Takhayul Bid’ah dan Churafat. Tahayul, Bid'ah, dan Khurafat (TBC) adalah "tiga sekawan kebatilan" yang masih hidup di kalangan umat Islam. Islam melarang ketiganya.
Takhayul yaitu kepercayaan yang sampai kini masih melekat dalam diri manusia antara lain merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lainnya. Islam tidak mengenal adanya hari atau bulan nahas, celaka, sial, malang dan yang sejenis. Yang ada hanyalah bahwa setiap hari dan atau bulan itu baik, bahkan dikenal hari mulai (Jum’at) dan bulan mulia (seperti bulan Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah). Nabi Saw berkata: "Tiyarah (tahayul) ialah sejenis syirik" (HR. Tirmizi).
Bid’ah adalah suatu amalan yang diada-adakan atau menambah amalan dalam ritual ibadah, padahal tidak dicontohkan oleh Rosulullah Saw. “Barang siapa melakukan suatu amalan (dalam agama) yang tidak ada perintahnya dari kami maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim).
Khurafat adalah bid’ah dalam bidang akidah, yakni kepercayaan atau keyakinan kepada sesuatu perkara yang menyalahi ajaran Islam. Misalnya, meyakini kuburan orang saleh dapat memberikan berkah, memuja atau memohon kepada makhluk halus (jin), meyakini sebuah benda –tongkat, keris, batu, dll.—memiliki kekuatan ghaib yang bisa diandalkan, burung hantu menghinggapi dan berbunyi di atas sesebuah rumah, maka artinya salah seorang dari penghuni rumah itu akan meninggal dunia.
2. Tidak membiarkan Dosa kecil tanpa beristighfar, memohon ampun kepada Allah, seperti dosa riya (pamer), ujub (sombong), hasad, dengki dsb.
3. Tidak melakukan Dosa berulang-ulang, di tempat yang sama, contoh mengingkari janji, menunda-nunda membayar hutang atau menunaikan hak orang lain.
4. Tidak bermaksiat pada kedua orang tua atau suami (jika telah menikah) baik disadari ataupun tidak. Menunaikan kewajiban sebagai anak atau sebagai istri.
Tips agar dapat bersegera dalam seruan Allah :
1. Membuat Barnaamij Iman, buat agenda keimanan baik harian, mingguan, bulanan dan tahunan sehingga amal yang kita lakukan senantiasa terkendali
2. Ketahui amalan-amalan ekonomis namun nilainya setara dengan amalan yang lebih besar : Seperti kisah salah satu istri Nabi yang berdzikir sejak ba’da shubuh sampai Nabi kembali, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa ada dzikir yang bisa mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas Shubuh sampai waktu Dhuha yaitu dengan membaca Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih. (Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya) (Dibaca 3 x di waktu pagi saja) Atau sempatkan membaca surat Al Ikhlas sebanyak 3 kali karena pahalanya sama dengan pahala khatam Al Qur’an.

Komentar
Posting Komentar