PUISI RUMI dalam diwan Shamsi Tabriz
Cinta
Sekalipun cinta telah kuuraikan panjang lebar
Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri
Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang
Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang
Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya
Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta
Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya
Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur
Cinta sendirilah yang menreangkan cinta dan percintaan

Komentar
Posting Komentar